Blogger Widgets Blogspot Tutorial
Blogger Templates
Create your own banner at mybannermaker.com!

Visitors

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Teladan dan Kekuatan Do'a

Ini adalah tulisan saya tentang peran guru sebagai pendidik yang dimuat di blog Komunitas Literasi Paser.

Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah, karena tugas guru tidak hanya sebatas mentransfer ilmu kepada anak didiknya tetapi juga mentransfer nilai-nilai kebaikan sehingga akan melahirkan generasi yang unggul serta berakhlak mulia. Seorang guru mengemban tanggung jawab yang lebih besar, ia adalah seorang pengajar sekaligus pendidik bagi anak-anak didiknya.

Makna Sebuah Keberadaan


Terkadang kita kurang memaknai sebuah keberadaan. Nilainya baru terasa ketika keberadaan itu mulai menjauh dan akhirnya pergi. Kita tak pernah menyadari apa yang telah kita miliki sampai kita kehilangannya.

Hati Hati Dengan "Hati"


Dalam hidup ini kamu bebas memilih menjadi siapa pun: si baper yg dicolek dikit langsung ngamuk, atau si kalem yg tetap berlalu meskipun anjing menggonggong, atau si cuek yg "ah, bodo amat!"
Atau kamu bisa memilih menjadi si sok rajin yg semua kerjaan dikerjain, bahkan kerjaan orang lain pun kamu ambil. Bebas juga kalau kamu lebih memilih menjadi si ga peka, yg dikodein lembut ga ngaruh, dikodein keras ga bergerak, sampai yg ngodein bosan membusuk.

Wajar Kan Kalau Kita Begitu....

Jum'at pagi yang cerah dan ceria, percakapan singkat seusai senam pagi...

Aku duduk di piggiran lapangan bersama guru yang lain, sedangkan anak-anak duduk lesehan di lapangan, kami mendengarkan pengarahan dari salah seorang guru. Ttiba-tiba pandanganku menangkap dua orang murid yang lalu lalang di depanku, dan salah satunya sambil minum.

Me: "Hayoo.... kok minumnya sambil jalan-jalan sih? sholeh banget ya...."J   : (datang menghampiriku), "Ustazah.... ustazah...., ustazah juga pernah kan minum sambil berdiri?"Me: "Nggak pernah..." (sambil menggelengkan kepala).
J   : :Waktu kecil emangnya ustazah nggak pernah minum berdiri? (kemudian tertawa, tapi bukan mengolok, memang gayanya seperti itu)
Me: (JLEB..., wah, kena lagi nih, memang ya nih anak kritis banget, suka protes kalo ada hal-hal yang gak baik,).
      "Ya..."
(sambil mengangguk pelan), "Tapi ....."  (Baru saja aku mau melanjutkan dan memberikan  penjelasan, J sudah langsung memberikan komentarnya...)
J  :"Nah tu, coba ustazah bayangin, ustazah aja dulu begitu, apalagi kita muridnya ustazah, jadi wajar kan kalau kita juga mencontoh gurunya".
Me: (mau ngelanjutin ngasih penjelasan 'n membela diri, tapi ga jadi, malahan aku nahan supaya ga tersenyum/tertawa di depan muridku itu, karena cara bicara dan ekspresinya itu unik 'n lucu).

Jum'at, 5 September 2014

Itu Bukan Sampah Kita Ustazah, tapi ........

Pagi itu, seperti biasanya, aku mampir ke kelasku, walaupun sebenarnya nggak ada jam ngajar saat itu. Niatnya sih hanya ingin mengambil jurnal kelas dan menyerahkannya ke staf TU untuk direkap. Memang suasana hatiku saat itu sedang tak baik, bad mood dan agak sedikit sensi, jadi jika ada sedikit saja sesuatu yang tidak kusukai atau tidak pas di hati, bisa langsung buat aku kesal dan marah. Dan ternyata pemandangan yang ku lihat di kelasku saat itu, benar-benar membuat aku kesal. Kelas kotor (walaupun sebenarnya sih, ngga kotor-kotor banget, tapi tetep aja aku ngga suka kalau berantakan & kotor), sampah bertebaran di mana-mana, bahkan ada bekas kotak minuman dan bungkus permen karet di meja guru. Spontan saja aku langsung meluapkan rasa ketidaksukaanku itu.

Aku (dengan nada kesal): "ya Allah, kelasnya kok bersih banget ya, sampah betebaran dimana-mana, masih kurang bersih ini"
Murid-muridkuku (ga tau siapa aja yang ngomong, anggap aja namanya si A dan si B):
A: "bukan saya itu ustazah",
B: "saya tadi udah nyapu ustazah pagi-pagi pas baru datang".
Aku: "ini juga ada di atas meja guru, coba lihat, bagus ngga kayak gini? bekas minum siapa ini?"
J: " itu bukan sampah kita ustazah, itu punyanya ustazah ****, tadi ustazahnya minum pas ngajar, nggak dibuang sampahnyaustazah ".
Aku: (Deg, kaget, terdiam, ini gurunya..., bukan muridnya...., gmn aku mau negur anak-anak)
J&A: "gimana itu ustazah, ustazahnya aja gitu..."
Aku: (masih memikirkan penjelasan yang tepat tuk anak-anak, tapi bingung juga): "ya udah, ustazah minta tolong deh, tolong buangkan ini ke tempat sampah ya, kan beramal sholeh"

Sungguh bagiku, kejadian kecil di atas begitu banyak memberikan pelajaran sekaligus teguran buatku dan juga buat kita, para guru. Satu hal, keteladanan guru. Murid adalah cerminan gurunya, pendapat ini benar-benar terbukti. Disadari atau tidak, ada keterikatan hubungan emosional antara guru dan murid. Itulah sebabnya, murid akan cenderung berperilaku mirip dan tidak jauh berbeda seperti gurunya.
Jika kita terbiasa menunda-nunda pekerjaan maka murid kita bisa menjadi pribadi yang malas mengerjakan PR.
Jika kita terbiasa berbicara sendiri saat berada di forum/rapat maka saat kita menjelaskan pelajaran/berbicara di kelas, kita tidak akan didengarkan oleh murid kita.
Jika kita tidak teliti dalam mengerjakan sesuatu maka bisa jadi murid kita tidak teliti dalam menjawab soal.
Jika kita tidak pernah/jarang membaca buku, maka murid kita akan mals membaca buku.
Seperti itulah kira-kira cerminan diri seorang guru yang terlihat pada muridnya. Aku sendiri pun merasakan itu,.

Bagaimana mungkin seorang guru bisa menasehati muridnya jika ia tidak bisa memberikan keteladanan. Terkadang guru menuntut banyak hal dari siswanya, namun sayangnya kita sebagai guru terkadang lupa mereka, murid-murid kita, tidak meniru apa yang kita ucapkan tapi merekam dan mencontoh apa yang kita perbuat.. Kita tidak bisa meminta orang lain melakukan sesuatu yang kita sendiri pun tak pernah melakukannya.

Be a true teacher!

Hal Yang Sulit Diungkapkan Wanita

Ketika seorang wanita berbicara denganmu sambil menatapmu sampai ke dalam matamu, secara tidak langsung dia ingin mengatakan kepadamu bahwa dia ingin memasuki kehidupanmu dan ada di hari2mu.
Ketika seorang wanita tidak bosan2nya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal2 yang menurutmu sepele dia tidak sedang berusaha menjadi ibu yang ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin memberimu perhatian.
Ketika seorang wanita mulai jengkel saat kamu terlalu asik dengan hobi atau dengan teman2mu dia tidak sedang menjadi seorang yang egois, dia hanya ingin sedikit perhatian darimu.
Ketika seorang wanita mulai marah2 tanpa sebab dan berbicara tidak karuan dia sedang menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.

Mencintai Penanda Dosa

By: Salim A.Fillah

Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia? Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.

Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?

Belajar Dari Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan  itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.  Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan  sumur juga perluditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.
Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Batu dan Bisikan


Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan
kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar
yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati
perjalanannya dengan mobil baru itu.
Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu
mengelilingi jalanan
tetangga sekitar.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang
bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena
berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya
anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang
melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di
jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas.
Aah..., ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar
itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu
yang dilontarkan seseorang.
Cittt.... ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan
geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah
batu itu dilemparkan.

Ayam dan Babi

Oleh Al Imam
Pada suatu hari Imam Muhammad Abduh mengunjungi Prancis, negara yang masyarakatnya menjadikan babi sebagai hidangan pokok. Mereka bertanya mengenai rahasia diharamkannya babi. Mereka berkata, "Kalian (umat Islam) melarang memakan babi, karena dia memakan kotoran yang mengandung cacing pita, bakteri, dan mikroba lainnya. Kalian lihat di sini babi dipelihara secara intensif, sehingga mereka tidak memakan kotoran. Tuan lihat kami pun melakukan pengecekan kesehatan secara periodik, sehingga kesehatan mereka betul-betul terjamin. Maka, anggapan bahwa mereka menyebarkan penyakit adalah tidak benar."
Dengan kecerdikannya, Muhammad Abduh berkata, "Tolong sediakan dua ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina. Kemudian sediakan juga dua babi jantan dan seekor babi betina." Mereka heran dan bertanya, "Untuk apa?" Muhammad Abduh menjawab, "Sediakan saja, maka saya akan memperlihatkan suatu rahasia."
Setelah hewan-hewan itu disediakan, Muhammad Abduh meminta agar dua ekor ayam jantan itu dilepas bersama seekor betina. Maka, dua ekor ayam jantan itu bertarung memperebutkan betina, sehingga salah satunya hampir mati. Lantas beliau meminta kedua ayam itu dikurung, dan meminta supaya kedua babi jantan dilepaskan bersama dengan babi betina.

Renungan Ramadhan


Assalamua’laikum Wr.Wb

Ramadhan ini,
Apakah akan tetap sama dengan Ramadlan silam
Tidak kusambut dengan keceriaan makna yang dalam
Tak pernah kunantikan sangat kehadirannya
Bahkan kusambut ia sama dengan aku menyambut bulan lainnya

Ramadhan ini,
Kujalani sama dengan saat aku melewati bulan-bulan lainnya
Padahal Allah telah menjadikan ramadhan lebih baik dari seribu bulan
Ibadah-ibadahku tak mengalami peningkatan
Amal, infaq, dan shodaqohku pun tidak lebih baik

Ramadhan ini,
Mulut ini masih terus bergunjing, berdusta bahkan memfitnah
Tangan-tangan ini tak jua lepas dari keusilan
Langkahku kian berat ke tempat-tempat kebaikan
Hati ini tetap penuh dengan riya', sum'ah, ujub, sombong, kikir, dengki dan perasaan tidak suka kepada orang lain
Tak kuperdengarkan telingaku, kalimat Allah dari lidahku sendiri
Bahkan kubiarkan seluruh indera ini terlena gemerlapnya hidup

Ramadhan ini,
Doa & sungkem dengan kedua orang tuapun terlewat
Hubungan dengan tetangga tak juga kuperbaiki
Silaturahim dengan keluarga pun belum sempat
Hanya pada saat butuh saja tetangga kudekati

Ramadhan ini,
Masih seperti tahun-tahun sebelumnya
Siangnya kuhabiskan dengan urusan dunia, lalai dalam sholatku
Malam-malamnya kubiarkan berlalu tanpa ibadah tambahan
Puasaku pun masih belum lebih baik dari tahun lalu

Ramadhan ini,
Tak kuambil kesempatan tuk mereguk rahmat dari-Nya
Karena tidak kuperbanyak syukurku
Mungkinkah kubiarkan jalan ampunan-Mu berlalu begitu saja
Karena tak juga kubasahi lidahku dengan dzikir mengingat-Mu
Akankah kuhempaskan nikmat pembebasan dari api neraka-Mu
Karena tak kusempurnakan ibadahku
Haruskah kulewati malam-malam akhir ramadhan ini tanpa kenikmatan
mendekat-Mu

Usai ramadhan ini,
Mungkinkah aku masih seperti saat sebelum ramadhan
Akankah bertambah derajat taqwa yang kuraih
Akankah aku kembali fitri, jika kualitas ibadah ku seperti ini
Sempatkan bertaubat sebelum mati

                     

Wassalamu'laikum Wr.Wb.

Sumber: unknown

Ayo instal semangatmu...!


Ketika jiwamu lelah dihantam oleh masalah demi masalah, maka beristighfarlah....
Astaghfirullah.

Ketika jiwamu gerah gelisah, tak tenang dan tak nyaman merasakan kehidupan, maka bertasbihlah... Subhanallah.

Ketika engkau tiba-tiba diserang kembali oleh masalah, maka bertahmidlah... Alhamdulillah.

Ketika orientasi jalanmu berubah tak karuan, maka bertahlillah... La ilaaha illallah

Ketika pikiranmu gundah memikirkan dunia yang begitu  besar, agungkanlah kebesaran Allah, maka bertakbirlah...  Allahu Akbar.

Ketika  pundak ini tak kuasa memikul masalah, maka bersujudlah... Subhaana rabbiyal a'laa.

Ketika seluruh kekuatan sudah kau kerahkan, namun kemampuanmu benar-benar sudah mencapai batasnya, maka bersandarlah dan ucapkanlah... Laa haula walaa quwwata illaa billah.

Bermunajatlah kepada Allah agar lebih dekat dalam pelukan cinta-Nya. Agar kita bisa tunduk patuh tawadhu di saat angkuh, bisa tegak dan teguh di saat runtuh, bisa sabar dan tegar disaat terlempar, serta tetap bersandar kepada yang Maha Besar saat terdampar.

Taken from: "Deadline Your Life"

Collection of Wise Words 2

Belajarlah menjadi kuat, tetapi jangan keras. Belajarlah menjadi baik, tetapi jangan lemah. Belajarlah menjadi tegas, tetapi jangan menggunakan gertakan. Belajarlah menjadi rendah hati tetapi jangan jadi penakut. Belajarlah menjadi bangga tetapi jangan sombong.



Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian, Allah memberi kedewasaan ketika masalah-masalah berdatangan, Allah melatih ketegaran dalam kesakitan.


Collection of Wise Words 1



Layangan dimainkan dengan kepala tegak dan bukan dengan menunduk Layangan diterbangkan bukan dengan wajah ke arah bawah tapi dengan menatapnya ke angkasa Begitu pun kita di dalam hidup, layangan adalah tanda agar kita selalu percaya bahwa optimisme dimulai dengan membangun harapan bukan dengan bersedih.