Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Ilusi
Hujan turun dengan derasnya
Laksana peluru yg menghantam seluruh tubuhku
Di bawah guyuran hujan aku diam terpaku menatapmu...
Aku seperti berimajinasi...
Bagaikan sebuah ilusi...
Imajinasiku menciptakanmu
Hujan
Gemuruh awan gelap berarak sendu
Langit biru seketika kelabu
Rintik gerimis pun jatuh perlahan
Beradu dengan hembusan suara angin
Hujan...
Hadirmu ingatkan aku pada satu rindu
Rindu yang tak pernah bertepi
Saat mimpi masih menghantui malam-malamku
Hadirkan bayang-bayang kelam
Langit biru seketika kelabu
Rintik gerimis pun jatuh perlahan
Beradu dengan hembusan suara angin
Hujan...
Hadirmu ingatkan aku pada satu rindu
Rindu yang tak pernah bertepi
Saat mimpi masih menghantui malam-malamku
Hadirkan bayang-bayang kelam
Andai Saja Kau Mengerti
Andai saja kau tau
Betapa kacaunya hati ini
Atas beribu tanya yang kerap hadir menyapa tanpa cela
Andai saja kau mengerti
Betapa kerasnya hati ini menahan
Bermacam rasa dan asa yang kian menghimpit sesak
Nyaris meruntuhkan dinding pertahanan yg kian rapuh
Betapa kacaunya hati ini
Atas beribu tanya yang kerap hadir menyapa tanpa cela
Andai saja kau mengerti
Betapa kerasnya hati ini menahan
Bermacam rasa dan asa yang kian menghimpit sesak
Nyaris meruntuhkan dinding pertahanan yg kian rapuh
Sebuah Catatan Penantian #4
Sudah yang kesekian kalinya aku dicecar pertanyaan tentang itu. Dari yang mulai sekedar iseng, candaan, dan yg memang serius menanyakannya. Dan always, seperti sudah jadi tradisi atau kebiasaan, pertanyaan semacam itu selalu muncul disaat silaturahim idul fitri.
Sekedar pertanyaan sih it's okey, ngga apa-apa. Tapi embel-embelnya itu loh yg kadang ngga enak didenger. Makanya ngga usah pilah pilih deh, mau nyari yg kayak apa sih? ngga usah ketinggian lah kriterianya, dan bla....bla...bla....
Tips Menjaga Hati Agar Tak Mudah Jatuh Hati
“Jagalah hati, jangan kau kotori…
Jagalah hati, lentera hidup ini…
Jagalah hati, jangan kau nodai…
Jagalah hati, cahaya ilahi…
Bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih
Semangat hidup kan gigih, Prestasi mudah diraih
Tapi bila hati keruh, pikiran jadi gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh..”
Sebuah Catatan Penantian #3 #Bersabarlah Wahai Hati
Jika ini hanya perihal waktu, aku tetap menunggu. Namun barangkali, ini lebih dari itu. Sebab Allah hanya memberi sesuatu jika kita telah betul-betul siap memilikinya. Mungkin saja ada yang memang belum betul-betul siap, mungkin saja aku, mungkin saja kamu, mungkin saja entah. Meyakini hal-hal semu memang tak mudah, tapi lebih baik memperbaiki diri dengan beribadah dari pada menjatuhkan diri pada kesedihan
Bersabarlah wahai hati.. yang terbaik yang terindah akan tiba disaat kita telah siap tuk menjalaninya
Sumber: Akun IG @tausiyahcinta
Sebuah Catatan Penantian #2
Satu persatu mereka pergi. Pergi meninggalkanku di sini dalam kesendirian.
Mereka datang dan pergi silih berganti. Hanya sebentar saja, layaknya sebuah persinggahan sementara dalam masa penantian.
Penantian seseorang yang kan menjemputnya.
Tak terhitung sudah kali keberapa aku menyambut kedatangan dan melepas kepergiannya..
Tak terhitung pula berapa banyak tanya yg terlontar kepadaku.
Penantian seseorang yang kan menjemputnya.
Tak terhitung sudah kali keberapa aku menyambut kedatangan dan melepas kepergiannya..
Tak terhitung pula berapa banyak tanya yg terlontar kepadaku.
Sebuah Ringkasan Tentang Jodoh
Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Sebuah Renungan: Semua Akan Indah Pada Waktunya, maka Bersabarlah
Bagaimana perasaanmu saat menerima undangan nikah dari teman sebaya atau bahkan adik kelas? Pun, bagaimana perasaanmu saat di media sosial pasangan seusiamu memamerkam kemesraan-nya?
.
Sedih, cemburu, atau, tak terasa ada air mata yang menggelinding di pipimu?
.
Dan yang paling menyesakkan, kenapa mereka yang seolah tak mempersiapkan apa-apa dimudahkan sedang kita... yang justru ikhtiar sepanjang hari dan berdoa setiap malam belum jua dipertemukan dengan seseorang itu?
.
Baiklah. Jika kamu bersedih karenanya, maka semoga setiap tetes air mata yang jatuh Allah ganti dengan pahala yang berlipat.
.
Sedih, cemburu, atau, tak terasa ada air mata yang menggelinding di pipimu?
.
Dan yang paling menyesakkan, kenapa mereka yang seolah tak mempersiapkan apa-apa dimudahkan sedang kita... yang justru ikhtiar sepanjang hari dan berdoa setiap malam belum jua dipertemukan dengan seseorang itu?
.
Baiklah. Jika kamu bersedih karenanya, maka semoga setiap tetes air mata yang jatuh Allah ganti dengan pahala yang berlipat.
Rindu
Tiap kali memikirkanmu
Serasa ada sesuatu yg lain di sini
Diam diam mulai hadir di sini
Bersembunyi di balik rapuhnya hati
Mewarnai tiap senyuman ceria, canda dan air mata
Serasa ada sesuatu yg lain di sini
Diam diam mulai hadir di sini
Bersembunyi di balik rapuhnya hati
Mewarnai tiap senyuman ceria, canda dan air mata
Siapa gerang dirinya?
Kerinduan Ini, Kapankah Akan Berakhir?
Kerinduan ini, kapankah ia mulai datang?
Tiap kali membaca status fb, twitter, atau melihat picture di Instagram bertema 'cinta'
Ketika itu pula kerinduan ini datang
Tiap kali menerima undangan walimah teman, sahabat dan kerabat
Ketika itu pula ia kurasakan
Tiap kali membaca status fb, twitter, atau melihat picture di Instagram bertema 'cinta'
Ketika itu pula kerinduan ini datang
Tiap kali menerima undangan walimah teman, sahabat dan kerabat
Ketika itu pula ia kurasakan
Sebuah Catatan Penantian #1
"Kapan kamu nyusul?"
"Kapan nih undangannya?"
"Ustazah,
ustazah itu kapan sih nikahnya?"
"bla...bla...bla....bla...."
".........................................."
".........................................."
Dan sederet pertanyaan lain, mulai
dari pertanyaan yang benar-benar rasa keingintahuan, sekedar iseng, sampai yang nadanya
nggak enak didengar. Setiap kali mendengarnya, aku berusaha untuk
tak menghiraukannya, tapi lama kelamaan hatiku pun menjerit. Sungguh, hatiku tak
sekuat yang dipikirkan oleh orang lain. Berbagai tanggapan orang pun
bermunculan seiring berjalannya waktu.
Ajari Aku Lebih Bersabar Lagi Ya Allah
Lagi searching-searching, eh kebetulan banget nih,, nemuin tulisan ini, dan setelah dbaca, isinya bener-bener pas banget, ini dia puisinya....
Ajari Aku Bersabar Ya
Allah..
Melihat kebahagiaan
berpasang-pasang insan aku terenyuh.
Mendengar kabar gembira mereka hatiku bersorak.
Menyaksikan rencana baik mereka dalam merenda ikatan suci aku bertepuk tangan.
Sungguh bahagia menonton hari bersejarah sepasang insan-Mu…
Mendengar kabar gembira mereka hatiku bersorak.
Menyaksikan rencana baik mereka dalam merenda ikatan suci aku bertepuk tangan.
Sungguh bahagia menonton hari bersejarah sepasang insan-Mu…
Namun, tak urung hatiku ikut bimbang.
Satu tanya menyerbu, muncul dalam benak.
"Kapan aku mengalami hari bahagia itu?"
Aku ingin merasakan kebahagiaan mereka.
Aku ingin mengalami kebahagiaan seperti mereka.
Aku ingin tersenyum di samping seseorang yang akan menjadi pelindungku selama sisa usia.
Aku ingin menjalin ikatan suci itu.
Aku ingin bahagia bersama dirinya…
Di manakah Engkau, Wahai Lelaki Sejati?
Aku memanggilmu
Duhai insan bernama lelaki
Masih adakah engkau di muka bumi?
Tunjukkan...!
Dimana harus kucari
Haruskah aku katakan
Sudah berapa banyak air mata yang
tertumpah?
Haruskah aku katakan
Berapa banyak luka di hati yang kian layu
dan melemah?
Tidakkah kau mampu melihat hal itu?
Ataukah aku yang harus memberitahumu?
Padahal sedikit saja kau buang jauh egomu
Kau akan mampu melihat kenyataan yang ada
Sedikit saja kau buang egomu
Kau akan mampu merasakan apa yang kami
rasakan
Sudahlah,
Jangan biarkan kami menunggu
Sedang usiaku terus berlari bersama waktu
Perasaan Itu Bernama Cinta
Artikel ini saya ambil dari salah satu FP, Darwis Tere Liye, seorang novelis yang karya karyanya sangat bermakna, begitu menyentuh jiwa, sangat menggambarkan perasaan dan gejolak dalam hati kebanyakan orang, yang sulit terungkapkan dengan kata. Tulisan-tulisannya sanggup menyentak kesadaran dan menggugah nurani.
Saya tertarik untuk menyadur tulisan tentang ini, karena memang hal yang satu ini sangat menarik -menurut saya- untuk dibahas dan setiap diri kita, pasti pernah mengalaminya.
Oke, langsung aja kita simak...
Urusan Perasaan, Perasaan dan Perasaan
by: Darwis Tere Liye
Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.
Saya tertarik untuk menyadur tulisan tentang ini, karena memang hal yang satu ini sangat menarik -menurut saya- untuk dibahas dan setiap diri kita, pasti pernah mengalaminya.
Oke, langsung aja kita simak...
Urusan Perasaan, Perasaan dan Perasaan
by: Darwis Tere Liye
Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.
Mencintai Penanda Dosa
By: Salim A.Fillah
Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia? Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.
Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?
Cukup Cintai Ia Dalam Diam
13 April 2010 jam 15:03
Taken from: Rara Faudiah’s notes
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu ... menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ...
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ?? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Taken from: Rara Faudiah’s notes
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu ... menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ...
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ...
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ?? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Cinta Itu Adalah ...
Cinta itu begitu luar biasa, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap dan rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai, hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa.
Tapi cinta pun menyedihkan air mata, bagaimanapun ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun, cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu.
Cinta itu ibarat warna, ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai, ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi.
Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kitalah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu mengapa harus bersedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai, kan?
Inilah keajaiban sebuah cinta. Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati. Pada akhirnya kita harus memilih. Tapi yakinlah, bahwa cinta akan tetap indah pada akhirnya.
Cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itulah seni keindahannya.
Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kitalah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu mengapa harus bersedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai, kan?
Inilah keajaiban sebuah cinta. Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati. Pada akhirnya kita harus memilih. Tapi yakinlah, bahwa cinta akan tetap indah pada akhirnya.
Cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itulah seni keindahannya.
Cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi disisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.
Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, tapi pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api, yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirim awan kepada hujan, yang menjadikannya tiada.
Aku bukan daun, aku tak mau menjadi daun. Aku tak pernah menginginkan perasaan ini, ia datang begitu saja, menelusuk hatiku. Tumbuh pelan-pelan seperti kecambah disiram hujan. Dan aku terjebak dalam semua perasaan yang mengungkung ini. Ya, perasaan itu adalah cinta.
Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.
Mereka yang menyukainya menyebutnya tanggung jawab
Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan
Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian
Mereka yang saling mencintai menyebutnya takdir
Allah yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang ia melukai hati, supaya hikmatNya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita harus tetap percaya bahwa ketika Allah mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.
Karena hidup ini terlalu singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang lebih mulia dan misterius.
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama 9 sembilan bulan.
Cinta yang agung terus tumbuh dalam kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian dan pengharapan, penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun membayangkannya.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama 9 sembilan bulan.
Cinta yang agung terus tumbuh dalam kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian dan pengharapan, penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorang pun membayangkannya.
Pada akhirnya Allah dalam segala hikmatNya meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
Diambil dari berbagai sumber.
Bertanya Tentang Cinta
Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan
Langganan:
Postingan (Atom)
