Blogger Widgets Blogspot Tutorial
Blogger Templates
Create your own banner at mybannermaker.com!

Visitors

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sahabat Selamanya

Di langit yang gelap..
Bersinarkan rembulan
Di bawah taburan bintang..
Aku duduk bersama dia..
Yang selalu menghiburku tatkala aku sedih..
Dia yang mengisi kosongnya hatiku..
Dia yang berada di sisiku selalu..
Apapun keadaannya

Senyumnya yang lebar
sangat indah..
Bagai mawar yang sedang mekar..

Tentang Hujan

Hujan.......
Entah kenapa aku suka hujan...
Meski kedatangannya tak pernah ku nanti
Namun hadirnya selalu penuh makna

Antologi Puisi 5 Dimensi

TELAH TERBIT

ANTOLOGI PERDANA KOMUNITAS LITERASI PASER

Komunitas Literasi Paser


*Judul:* Puisi 5 Dimensi
*Penerbit:* Pustaka Horison
*ISBN:* 978-602-5431-05-0
*Tebal:* 134 halaman
*Penulis:*

Kepada Siapa?

Kepada siapa kan kutumpahkan segala rasa
Yang kian berkecamuk menyesakkan dada
Kepada siapa kan kucurahkan segala keluh kesah
Yang kian menghimpit sesak

Tentangmu

Waktu terus berputar
Menggantikan bilangan detik menjadi menit
Menit berganti jam
Hari berganti bulan
Tahun demi tahun pun terlewati
Namun semua terasa begitu singkat

Kakakku Tersayang

Matahari perlahan menghilang..
Tertutup awan mendung..
Suara gemuruh pun muncul..
Suara hantaman ombak pantai pun ikut...
Menghiasi suasana...

Rintik-rintik hujan perlahan turun membasahi bumi
Suara hembusan angin pun.. ikut menyertai
Aku berdiri di bawah teduhan..
Sebuah payung yang kau bawa.. 

Adik Kecilku

Siang berganti malam...
Langit terang benderang berganti gelap kebiruan
Bintang-bintang menghiasi langit malam
Bulan purnama pun bersinar terang...
Bagaikan lentera di malam yang gelap gulita...

Bintang-bintang yang menghiasi langit...
Bagaikan ikut bermain bersama kita berdua
Rembulan yang menyinari gelapnya malam..
Tersenyum lebar...
Hadirkan kebahagian hati yang berarti..

Pemuda Akhir Zaman

Akulah sang pemuda akhir zaman
Berdiri tegak menatap masa depan
Menyusuri jalanan panjang penuh aral melintang
Terbersit niat tuk berganti haluan

Akulah sang pemuda akhir zaman
Berjuang penuh harap demi masa depan gemilang
Tetap bertahan dari silaunya kenikmatan dunia
Menepis segala bujuk rayu yang kian menerjang

Satu demi satu, bisikan itu kian menggema
Terdengar makin asyik dan menggoda
Dinding pertahananku kian merapuh
Dan akhirnya aku pun terjatuh

Senja

Senja...
Matahari, langit, awan...
Senja...
Selalu mengajarkan kita untuk pulang
Tak peduli betapa jauh kita terbang

Ilusi

Hujan turun dengan derasnya
Laksana peluru yg menghantam seluruh tubuhku
Di bawah guyuran hujan aku diam terpaku menatapmu...

Aku seperti berimajinasi...
Bagaikan sebuah ilusi...
Imajinasiku menciptakanmu

Untukmu Ibu

Setiap kali memikirkanmu
Serasa ada sesak di dada
Memaksa butiran bening menetes perlahan
Mengalir membasahi pipi

Entah berapa banyak air mataku
Yang telah tertumpah untukmu
Menghiasi malam-malamku
Di antara sujud-sujud panjangku

Hujan

Gemuruh awan gelap berarak sendu
Langit biru seketika kelabu
Rintik gerimis pun jatuh perlahan
Beradu dengan hembusan suara angin

Hujan...
Hadirmu ingatkan aku pada satu rindu
Rindu yang tak pernah bertepi
Saat mimpi masih menghantui malam-malamku
Hadirkan bayang-bayang kelam

Kerinduan Ini, Kapankah Akan Berakhir?

Kerinduan ini, kapankah ia mulai datang?
Tiap kali membaca status fb, twitter,  atau melihat picture di Instagram bertema 'cinta'
Ketika itu pula kerinduan ini datang
Tiap kali menerima undangan walimah teman,  sahabat dan kerabat
Ketika itu pula ia kurasakan

A Piece of Unforgettable Memory



 
Mushola Darul Ulum FKIP MIPA
10 years ago ...
The stories was beginning from here
A small place, but has a great memory
From here...
I found my new world
Starting from here...
I found them
In beautiful ‘Ukhuwah’

Ajari Aku Lebih Bersabar Lagi Ya Allah



Lagi searching-searching, eh kebetulan banget nih,, nemuin tulisan ini, dan setelah dbaca, isinya bener-bener pas banget, ini dia puisinya.... 


Ajari Aku Bersabar Ya Allah..
Melihat kebahagiaan berpasang-pasang insan aku terenyuh.
Mendengar kabar gembira mereka hatiku bersorak.
Menyaksikan rencana baik mereka dalam merenda ikatan suci aku bertepuk tangan.
Sungguh bahagia menonton hari bersejarah sepasang insan-Mu…

Namun, tak urung hatiku ikut bimbang.
Satu tanya menyerbu, muncul dalam benak.
"Kapan aku mengalami hari bahagia itu?"

Aku ingin merasakan kebahagiaan mereka.
Aku ingin mengalami kebahagiaan seperti mereka.
Aku ingin tersenyum di samping seseorang yang akan menjadi pelindungku selama sisa usia.
Aku ingin menjalin ikatan suci itu.
Aku ingin bahagia bersama dirinya…

Di manakah Engkau, Wahai Lelaki Sejati?







Aku memanggilmu

Duhai insan bernama lelaki
Masih adakah engkau di muka bumi?

Tunjukkan...!
Dimana harus kucari

Haruskah aku katakan
Sudah berapa banyak air mata yang tertumpah?

Haruskah aku katakan
Berapa banyak luka di hati yang kian layu dan melemah?

Tidakkah kau mampu melihat hal itu?
Ataukah aku yang harus memberitahumu?

Padahal sedikit saja kau buang jauh egomu
Kau akan mampu melihat kenyataan yang ada

Sedikit saja kau buang egomu
Kau akan mampu merasakan apa yang kami rasakan

Sudahlah,
Jangan biarkan kami menunggu
Sedang usiaku terus berlari bersama waktu

Control of 12 Merciless Truth

Copas from: http://zionist-killer.blogspot.com/2012/05/control-of-12-merciless-truth.html

Aku harus mengubah diriku yang sekarang,
Aku harus mengubah diriku yang dulu,
Pertempuran kini dimulai,
Segala dendam dan angkara murka menunggu di hadapanku,
Masa-masa sulit akan segera tiba,

Terlalu banyak yang harus aku lalui,
Terlalu lama aku menunggu sebuah kebenaran,
Namun, pada saat yang sama, dadaku tersesak kesempitan,
Sedikit tempat untuk bergerak,
Sedikit waktu untuk mengembalikan keadaan,
Inilah kesempatanku untuk didengarkan dunia,
Inilah kesempatanku untuk menjadi yang terbaik,
Aku akan menyelamatkanmu lagi dan lagi,

Aku terkurung dalam penjara waktu,
Tak mungkin lagi aku bisa menipu waktu,
Ketika semua janji telah terikat mati dan bukti-bukti palsu menumbuhkan tabiat asli mereka,
aku akan membiarkan kehidupan di dunia ini berlari seiring waktu yang tak pasti,
Kebenaran telah terdistorsi, kucoba melawan meski tak berdaya,

Tidak ada yang bisa membawaku kembali ke pangkuan langit,
tidak ada seorang pun yang mampu menjawabku,
saat aku menghadapi buntunya sebuah kenyataan,
Aku terjatuh, tak berdaya, langit menjauhiku,
namun, aku akan tetap menyelamatkanmu selamanya,

Terbaik,
Aku harus menjadi yang terbaik,
Bersiap untuk mengubah dunia dan inilah kesempatanku untuk didengarkan dunia,
Inilah saatnya...

Sepenggal Do'a Untuk-Mu, Ya Rabb


Ya Allah…
Aku merasa aku mulai melemah
Aku merasakan ada perubahan dalam diriku
Aku merasa berbeda dengan aku yang dulu

Pada-Mu Ku Berserah

Ya Allah....
Entah mengapa hati ini merasakan sedih
Hingga bulir-bulir air mata ini jatuh mengalir
Aku pun tak tahu


Apa yg sebenarnya membuatku sedih
Berbagai pikiran berkecamuk dalam benakku
Dan entah yg mana yg bisa membuatku merasakan kesedihan ini

Ya Allah....
Aku tahu, apapun yg terjadi, semua atas kehendakMU
Aku yakin, Kau tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambaMU
Dan pasti ada hikmah yg tersirat dibalik semua itu
Karena itu, seberat apapun ujian yg Engkau berikan padaku
Ku mohon padaMU ya Robb
Berilah aku pundak yg kuat tuk memikul beban itu
Agar aku bisa sabar.... ikhlas.... dan ridho....
Atas kuasaMU.

Ya Robbi....
Berikanlah slalu hidayahMU
Tuntunlah aku slalu dgn cahayaMU dalam menjalani liku kehidupan ini
Jangan palingkan cintaMU dalam menegurku
Jangan biarkan aku salah dalam melangkah

Ya Allah....
Ampunilah diri yg dzoif dan lemah ini
Tiada tempat ku bersandar dan berserah diri
Melainkan hanya kepadaMU


Written on December, 24 2009 at 8:16 am